
Sobat semua yang sudah menjadi teenager khususnya yang berdomisili disekitar jawa tengah dan sekitarnya, pasti mngenal beberapa perminan seperti bekelan, kempyeng, loncatan, gobaksodor, delikan, dan permainan lain lainnya. Permainan ini adalah permainan yang menjadi sejarah dimasa kecilku. Permainan sederhana yang tidak membutuhkan banyak uang ini, dulu sangat digemari anak-anak dimasa ku. Sebut saja kempyeng, bagi sobat yang tidak tahu permainan ini, aku akan sedikit menerangkannya. Kempyeng adalah permainan yang dimainkan oleh dua atau lebih orang pemain. Alat yang dibutuhkan cukup sederhana, yaitu 5 keping uang seratus rupiah. Agar nyaman sewaktu digunakan, sebaiknya dipilih uang seratus rupiah jaman dahulu yang ada gambar wayang disalah satu sisinya. Selain agak besar, beratnya yang tidak terlalu ringan memudahkan kita untuk menjalankan permainan ini. Dengan berbekal peralatan sederhana itu, kita bisa memulai permainan ini. Hal pertama yang harus dilakaukan adalah memasang kelima uang ditelapak tangan kita, kemudian menumpahkannya ke laintai. Ingat, sewaktu menumpahkan kelantai, jaga jarak antara kelima uang tersebut agar tidak terlalu jauh. Selanjutnya ambil satu mata uang yang posisinya kurang menguntungkan. Setelah itu, pemain lain yang menjadi lawan kita memberi perintah kita untuk mengenai dua mata uang yang terletak diposisi berbeda. Jika berhasil mengenainya, maka kita berhak untuk mengenai dua mata uang yang lainnya. Setelah berhasil mengenai semua mata uang yang tersisa, maka selanjutnya kita diberi kesempatan untuk mengumpulkan poin. Caranya dengan menggunakan kelima mata uang tadi. Letakkan kelima mata uang ditelapak tangan kita, lempar dengan sedikit tenaga dan kemudian tangkap dengan punggung tangan. Lempar mata uang ke tangan sebelah dan tangkap dengan punggung tangan yang satunya, terus lakukan hingga iterasi ke lima.Tangkap uang yang tersisa di punggung tangan kita, genggam uangnya. Hitung poin yang bisa kalian peroleh, permainan dilakukan terus menerus hingga pemain tidak bisa menyelesaikan tantangan dari pemain lain. Mudah kan?
Permainan lain juga tidak kalh mudah dan tdak kalah murah, seperti bekelan yang hanya membutuhkan bola bekel dan lima buah bei yang menyerupai bentuk kursi. Gobaksodor lebih murah lagi, hanya membutuhka tanag lapang tidak berumput yang digambari dengan beberapa kotak. Sedangkat loncatan, hanya membutuhkan beberapa puluh karet gelang yang dirangkai seperti tambang. Itulah permainan yang turut menjadi sejarah dalam perkembanganku. Jaman sekarang, anak-anak sudah enggan memainkannya, mereka lebih tertarik memainkan permainan dikomputer maupun PS atau permainan di HP mereka yang semakin hari semakin tambah cangih saja. Aku mengakui permainan di computer jauh lebih menarik dan ayik, tapi permainan di dunia nyata akan lebih mengasyikkan dan berkesan.
Description: Tradisional Games di Indonesia yang Sudah Mulai ditinggalkan Rating: 5.0 Reviewer: Unknown ItemReviewed: Tradisional Games di Indonesia yang Sudah Mulai ditinggalkan





